Sabtu, 07 April 2012

Paper Tentang Ekonomi Makro


PENDAHULUAN

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan berkah, anugrah dan karunia yang melimpah, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar ekonomi tahun ajaran 2011/2012 .
Dalam makalah ini, kami membahas tentang Industri Pengolahan Kripik Singkong. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada pengarang buku maupun artikel yang telah membantu kami dengan tulisannya, dosen pengantar ekonomi yang telah memberikan kesempatan untuk menyusun makalah ini,orang tua yang telah memberikan dukungan moril dan materil, serta teman- teman yang selalu memotifasi kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami sebagai penyusun makalah ini, dengan kerendahan hati mohon dibukakan pintu maaf, apabila dalam makalah ini terdapat kesalahan dan kekhilafan yang disengaja maupun tidak disengaja.



















LANDASAN TEORI

            Perkembangan sektor industri secara nasional diarahkan untuk mendorong terciptanya struktur industri ekonomi yang seimbang dan kokoh yang meliputi aspek perubahan ekonomi. Fokus perhatian pembangunan sektor ekonomi dirasa sangat besar. Dalam hal ini keberadaannya yang sebagian besar di daerah pedesaan tentunya menjadikan industri kecil dan kerajinan akan memberikan sumbangan bagi daerahnya.
            Tingkat perkembangan sektor industri di Indonesia masih relatif rendah. Namun disadari bahwa pengembangan industri kecil sangat penting demi meningkatkan taraf hidup.       Pemasaran merupakan suatu kegiatan usaha untuk menyampaikan barang dan jasa produsen kepada agen ataupun konsumen. Beberapa barang juga di pasar untuk mempermudah penjualan.
            Ubi kayu merupakan salah satu bahan pangan yang utama, tidak saja di Indonesia tetapi juga di dunia. Di Indonesia, ubi kayu merupakan makanan pokok ke tiga setelah padi-padian dan jagung. Sedangkan untuk konsumsi penduduk dunia, khususnya penduduk negara-negara tropis, tiap tahun diproduksi sekitar 300 juta ton ubi kayu (Unicef). Hal itu membuktikan produktivitas ubi kayu tersebut masih tinggi. Namun nilai ekonomi ubi kayu sangatlah rendah. Dengan demikian dengan upaya meningkatkan nilai ekonomi ubi kayu salah satunya dengan mengolah ubi kayu menjadi kripik singkong. Kripik singkong relatif mudah dibuat meskipun di daerah pedesaan. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi dari ubi kayu daripada masih bahan mentah. Dan cara ini pula dapat lebih meningkatkan taraf hidup produsen ubi kayu.











GAMBARAN UMUM

Desa Tawengan, Kecamatan Sambi merupakan salah satu wilayah yang termasuk dalam kategori miskin di Kabupaten Boyolali. Sebagian besar penduduk Desa Padamara bekerja di sektor pertanian.  Hal ini berimplikasi pada pendapatan rumahtangga sebagian besar penduduk relatif rendah.
Singkong termasuk komoditas tanaman pangan bernilai ekonomi rendah, proses pengolahan singkong akan memberi nilai tambah komoditas ini. Dengan memanfaatkan potensi sumberdaya manusia yang ada dan ketersediaan bahan baku singkong di daerah sekitarnya, salah satu usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga adalah melalui industri pengolahan kripik singkong.  Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan kripik singkong dan peranan industri pengolahan kripik singkong dalam perekonomian pedesaan.




















PEMBAHASAN

Dari latar belakang yang sudah diuraikan, maka pembahasan ini menyangkut masalah-masalah :
  1. Bagaimana strategi pemasaran di daerah perkotaan maupun pemasaran di daerah pedesaan?
  2. Selain kripik singkong, dapat dijadikan apa sajakah ubi kayu atau singkong tersebut?


Solusi :
  1. Dengan cara membuat keunggulan produk seperti membuat inovasi terhadap kemasan, kualitas rasa, dan kesehatan/kebersihan serta tetap menjaga pelayanan sebaik mungkin. Serta dengan memperluas jaringan pasar ke luar daerah, agar produk dikenal dan semakin besar keuntungan dari penjualan atau juga membuat cabang sendiri.
  2. Ubi kayu atau singkong dapat dijadikan kue, tepung tapioka, tape, makanan ternak, dekstrin (bahan perekat), kerupuk opak, dan sebagainya.















KESIMPULAN


Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa sebagian cara pemasaran singkong adalah dengan membuat inovasi dan membuat cabang, serta dapat juga dengan memperluas jaringan pasar hingga ke luar daerah. Bahkan bila mampu hingga ke luar negeri. Komoditi ekspor ini penting dalam menyumbang pendapatan devisa, karena merupakan aset yang sangat berharga dan perlu dijaga, sehingga dapat dimanfaatkan untuk ekspor pada masa mendatang.
Ubi kayu atau singkong dapat dijadikan berbagai produk agar lebih bernilai. Tidak hanya kripik singkong, namun bisa juga dijadikan aneka kue, tepung tapioka, bahan perekat, krupuk opak, rengginang singkong, dan masih banyak produk lain yang berasal dari singkong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar